1. Panglima Wangkang, panglima Dayak di Barito Kuala dalam Perang Banjar.
  2. Panglima Batur, Pahlawan Perang Barito dan Perang Banjar
  3. Pambakal Kendet (Damang Kendet), ayah dari Panglima Wangkang, pejuang melawan terhadap kolonial Belanda di daerah Bakumpai, Barito Kuala.
  4. Tumenggung Surapati, adalah Panglima Dayak dari garis keturunan Dayak Siang yang menumpas Belanda dan menenggelamkan kapal Perang Onrust di desa Lalutong Tuwur, Barito Utara.
    Ia merupakan kepala suku Dayak Bakumpai-Siang yang memihak kepada Pangeran Antasari.[9] Ia menjadi panglima perang dalam Perang Barito yang merupakan bagian dari Perang Banjar. Tumenggung Surapati adalah penerus perjuangan dalam perang Banjar dibawah pimpinan Pangeran Antasari, tetapi Perang yang dipimpin Surapati jauh lebih dahsyat dengan apa yang lebih dikenal Perang Barito tahun 1896 (...)Bangkai kapal perang Onrust masih ada sebagai bukti dari sejarah perlawanan orang-orang Dayak di bumi Kalimantan.
  5. KH. Hasan Basri, Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia, berasal dari suku bakumpai, dari orang tua yang berasal dari Muara Teweh (Kalimantan Tengah) dan Marabahan (Kalimantan Selatan).
  6. Drs Haji. Asmawi Agani mantan Gubernur Kalimantan Tengah
  7. Haji. Nadalsyah Bupati Barito Utara.
  8. Haji. Hasanuddin Murad, SH Bupati Barito Kuala
  9. Haji. Tuaini M,Ag Kepala Departemen Agama Kabupaten Barito Utara.
  10. Z.A. Maulani, Kepala BIN
  11. Prof. Anwari Dilmy, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) ke 1. Berasal dari suku bakumpai di kota Marabahan, merupakan keturunan ke 5 dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, seorang ulama besar di Kalimantan Selatan.
  12. H.A.Sulaiman HB

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Bakumpai

© 2018 Terukur.com
Design by schefa.com