bpjsIuran BPJS kabarnya telah mengalami kenaikan yang cukup besar, penyesuaian iuran ini berlaku efektif mulai tanggal 1 April 2016 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016.

Adapun perubahan iuran tersebut adalah:

1. Ruang perawatan klas III menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 25.500 per bulan.
2. Ruang perawatan klas II menjadi Rp 51.000 dari sebelumnya Rp 42.500 per bulan.
3. Ruang perawatan kelas I, menjadi Rp 80.000 dari sebelumnya Rp 59.500 per bulan.

Dilansir oleh republika.co.id Pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai 1 April 2016. Ketua Tim Ahli Sofjan Wanandi mengatakan, naiknya iuran BPJS lantaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak mencukupi.
"Tidak punya duit," kata Sofjan di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/3).
Ia menjelaskan APBN sudah tak mampu lagi menanggung beban klaim BPJS. Karena itu, pemerintah tak dapat lagi memberikan tambahan subsidi iuran BPJS. Akibat pendapatan negara yang berkurang serta ekonomi yang menurun inipun pemerintah juga akan memangkas anggaran-anggaran lainnya.

"Saya pikir sudah makin susah kalau disubsidi terlalu banyak lagi dari APBN. Memang ada rencana untuk mengurangi itu sebetulnya, tapi kalau kita tambah subsidi sepertinya tidak bisa, yang lain-lainnya saja mau dipotong kok," jelas Sofjan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan BPJS saat ini dalam kondisi defisit. Karena itu, pemerintah berupaya untuk menyeimbangkan kondisi tersebut.
"Kan seperti diketahui BPJS itukan banyak defisitnya, sedangkan konsepnya itu harus seimbang. tentu harus ada perimbangan-perimbangan," jelas JK.

Kabar tentang kenaikan ini tentunya cukup memberatkan masyakarat kalangan bawah dan juga hal ini sungguh sangat ironis karena ketika BPJS atau Pemerintah menyampaikan bahwa anggaran BPJS mengalami defisit namun di sisi lain terdengar kabar bahwa gaji dan pendapatan Dirut BPJS hingga ratusan juta perbulannya.

Iuran BPJS kabarnya telah mengalami kenaikan yang cukup besar, penyesuaian iuran ini berlaku efektif mulai tanggal 1 April 2016 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016.

Adapun perubahan iuran tersebut adalah:

1. Ruang perawatan klas III menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 25.500 per bulan.
2. Ruang perawatan klas II menjadi Rp 51.000 dari sebelumnya Rp 42.500 per bulan.
3. Ruang perawatan kelas I, menjadi Rp 80.000 dari sebelumnya Rp 59.500 per bulan.

Dilansir oleh republika.co.id Pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai 1 April 2016. Ketua Tim Ahli Sofjan Wanandi mengatakan, naiknya iuran BPJS lantaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak mencukupi.

"Tidak punya duit," kata Sofjan di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/3).

Ia menjelaskan APBN sudah tak mampu lagi menanggung beban klaim BPJS. Karena itu, pemerintah tak dapat lagi memberikan tambahan subsidi iuran BPJS. Akibat pendapatan negara yang berkurang serta ekonomi yang menurun inipun pemerintah juga akan memangkas anggaran-anggaran lainnya.

"Saya pikir sudah makin susah kalau disubsidi terlalu banyak lagi dari APBN. Memang ada rencana untuk mengurangi itu sebetulnya, tapi kalau kita tambah subsidi sepertinya tidak bisa, yang lain-lainnya saja mau dipotong kok," jelas Sofjan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan BPJS saat ini dalam kondisi defisit. Karena itu, pemerintah berupaya untuk menyeimbangkan kondisi tersebut.

"Kan seperti diketahui BPJS itukan banyak defisitnya, sedangkan konsepnya itu harus seimbang. tentu harus ada perimbangan-perimbangan," jelas JK.

Kabar tentang kenaikan ini tentunya cukup memberatkan masyakarat kalangan bawah dan juga hal ini sungguh sangat ironis karena ketika BPJS atau Pemerintah menyampaikan bahwa anggaran BPJS mengalami defisit namun di sisi lain terdengar kabar bahwa gaji dan pendapatan Dirut BPJS hingga ratusan juta perbulannya.

© 2018 Terukur.com
Design by schefa.com