Mungkin kalian pernah teringat di mana masa kecil kalian dipenuhi oleh permainan-permainan yang menyenangkan. Permainan di masa kecil penulis yaitu pada tahun 90 an

jauh berbeda dengan permainan anak pada jaman sekarang. Pada jaman dulu, permainan-permainan yang ada terasa leibih menyenangkan karena selain lebih menyatu dengan alam, interaksi dengan teman sepermainan juga lebih terjaga karena hampir setiap hari terutama sore selalu berkumpul untuk bermain.

Pada jaman sekarang permainan anak-anak yang ada kebanyakan bersentuhan langsung dengan teknologi seperti gadget, komputer, hand phone, internet dan lainnya sehingga untuk bermain pun cukup dengan gadget di tangan sudah bisa didapat banyak permainan.

Untuk mengingat permainan masa kecil yang bahagia, berikut beberapa foto atau gambar  :

  1. Belogo
    balogoBelogo, salah satu permainan tradisional yang ada di Kalimantan dan populer pada tahun 80an-90an, namun sekarang permainan ini sudah jarang dilakukan. Permainan ini bisa dilakukan satu lawan satu atau beregu sedangkan bahan logo sendiri terbuat dari tempurung kelapa atau bisa juga dari bahan plastik yang dilelehkan dengan tuangan biasanya dari kaleng susu.

    Dalam permainan belogo ini dibantu dengan alat pemukul dari bahan bambu atau kayu dengan panjang kurang lebih 40 cm. Permainan ini cukup mudah yaitu dengan memukul logo hingga dapat menjatuhkan logo lawan.

  2. Sentokan (Tembakan berbahan bambu)

    sentokan

    Permainan ini cukup unik di mana permainan tembak-tembakan ini terbuat dari bahan bambu dan pelurunya biasanya dari biji-bijian kecil, kacang hijau atau bisa juga dari bola kertas yang dibasahkan. Permainan ini jika di Kalimantan dinamakan sentokan, mungkin dapat berbeda jika di daerah lain.

    Untuk dapat melakukan permainan ini, siapkan terlebih dahulu bambu sekitar 40 cm dengan diameter 1 - 1,5 cm sebagai laras pistol. Setelah itu siapkan untuk pemukul peluru dari bambu yang dihaluskan sebagaimana foto ini. Jika semua telah dilakukan, tinggal memasukkan peluru saja pada bambu. Tembakan yang dihasilkan dapat mencapai jarak 4-8 meter tergantung cara membuat dan peluru yang disiapkan.

  3. Adu buah gatah (karet)

    karetIni salah satu permainan tradisional yang juga populer di tahun 90an. Jika di tempat penulis permainan ini dinamakan adu buah / biji gatah. Permainan ini cukup sederhana yaitu pemain adu kuat biji / buah gatah yang dimilikinya yaitu caranya dengan meletakkan 2 buah biji gatah tersebut satu di atas dan satu di bawah dan siapa yang pecah itu lah yang kalah.

    biji karet

  4. Gasing

    gasing6Gasing atau begasing, permainan ini sangat populer di beberapa wilayah Indonesia sekitar tahun 80-90an. Permainan tradisional ini bisa dimainkan perorangan maupun beregru. Gasing biasanya terbuat dari kayu yang di bentuk sedemikian rupa bisa berbentuk kerucut, silinder tergantung dari daerahnya.

    Permainan gasing ini dapat dilakukan dengan bantuan tali yang dililitkan pada gasing kemudian dilempar sehingga gasing tersebut berputar. Gasing sendiri ada tiga bagian yaitu bagian kepada, badan dan kaki gasing yaitu untuk poros atau tumpuan berputarnya gasing.

  5. Kelereng
    kelerengKelereng, ya siapa yang tidak mengenal permainan yang satu ini. Permainan kelereng sangat mudah dimainkan yaitu dengan menyiapkan beberapa buah kelereng. Pemain fokus untuk membidik kelereng lawan, kemudian menjentik kelereng di tangan anda hingga kelereng lawan terkena. Jika kelereng lawan terkena, anda lah pemenangnya. Cukup mudah bukan?

    Kelereng ini pun berbentuk bulat, dengan berbagai macam jenis warna yang menarik. Ada warna putih seperti susu, ada yang berwarna warni dan ada juga yang bening dan masih banyak lagi.

  6. Engrang
    engrangEngrang, permainan ini terlihat cukup sederhana yaitu 2 buah tongkat yang terbuat dari kayu, kemudian kita berdiri di atas tongkat dan berjalan. Namun bagi yang pertama kali mencoba permainan ini cukup sulit dilakukan yaitu untuk dapat stabil berjalan menggunakan engrang ini dibutuhkan beberapa kali latihan.

    Permainan engrang ini biasanya dilakukan yaitu dengan perlobaan adu cepat engrang, yaitu siapa yang lebih dahulu sampai garis finish itulah pemenangnya.

  7. Lompat Tali
    lompattaliPermainan ini memang tidak asing lagi, hampir di seluruh wilayah Indonesia terdapat permainan ini namun dengan nama yang berbeda-beda. Permainan ini identik dengan permainan kaum perempuan yaitu dengan melompati tali sampai batas kemampuan si pemain.

    Ketinggian tali yang dilompati ini biasanya di mulai dari tinggi tali sepantar lutut, jika berhasil maka ketinggian lompatan harus lebih tinggi lagi, setelah ketinggian lutut biasanya tali setinggi pinggang, kemudian dada, telinga dan kepala.

© 2018 Terukur.com
Design by schefa.com